Rabu, 30 November 2016

Iklan dan Poster

a.      Iklan
Iklan adalah informasi yang disajikan melalui media massa, brosur, dan sejenisnya dengan tujuan untuk memberitahukan atau mempromosikan barang atau jasa kepada khlayak. Iklan terdiri atas iklan niaga, pengumuman, penerangan, keluarga, lowongan pekerjaan, dan sebagainya.
Ciri-ciri iklan:
·       Bersifat informaif dan persuasif.
·       Kalimatnya singkat dan padat.
·       Menggunakan kata-kata yang menarik.

Contoh:
LEMBAGA BIMBINGAN TERPADU
Membutuhkan:
1.    Guru Matematika               : 3 orang
2.    Guru Bahasa inggris           : 2 orang
3.    Guru Bahasa Indonesia     : 2 orang
Dengan kualifikasi:
·       Minimal S-1 sesuai bidangnya.
·       Mampu mengoperasikan komputer (Aplikasi Ms. Office )
·       Pengalaman mengajar diutamakan.
Lamaran ditujukan:
Lembaga Bimbingan Terpadu
Jalan Pertanian III, Ps. Minggu Jaksel
Telepon: 7805787 faksimile: 021-78846418
Syarat: siap ditempatkan di cabang-cabang kami, di DKI Jakarta.

b.   Poster
Poster adalah informasi berbentuk gambar atau tulisan yang bersifat sugestif. Tujuan  pemasangan poster adalah agar informasi dapat diketahui secara umum sehingga pembaca tertarik untuk mengikuti atau membeli.
Pada prinsipnya poster sama dengan iklan. Perbedaanya terletak pada media dan kalimat yang digunakan. Media poster biasanya tempat terbuka, dipasang di dinding-dinding gedung atau direntangkan di jalan berupa spanduk.
Ciri khas poster:
·       Tulisan dan gambar dibuat menarik dan mencolok.
·       Isi poster biasanya berupa penawaran suatu produk, jasa atau ajakan untuk mengikuti kegiatan tertentu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menulis kalimat poster:
(1)    Menentukan subjek yang akan dicantumkan dalam poster.
(2)    Merumuskan ide yang akan disampaikan.
(3)    Menentukan cara untuk menyampaikan ide.
(4)    Menggunakan kalimat yang singkat dan jelas.
(5)    Menggunakan kata-kata yang bersifat sugestif.
(6)    Menggunakan tulisan yang mudah dibaca dan diingat khalayak.
Contoh kalimat poster:
(1)    Anda ingin cepat kerja, silakan masuk SMK.
(2)    Damai itu indah.
(3)    Katakan tidak untuk narkoba.

(4)    Pilih kesepian karena narkoba atau teman yang setia.

Sumber: Husin, M.M, dan Dra. Eni Rita Zahara.2009.Bahasa Indonesia SMK dan MAK. Jakarta: Erlangga.     

Drama

Drama adalah ragam sastra dalam bentuk dialog yang dimaksudkan untuk pertunjukan di atas pentas.
a. Unsur-unsur drama
(1)    Tema, persoalan pokok yang disampaikan penulis naskah kepada penonton.
(2)    Penokohan, penggambaran wakta tokoh, seperti:
·      antagonis    : tokoh penentang kebaikan;
·      protagonis   : tokoh yang menampilkan kebaikan;
·      tritagonis      : tokoh yang mendukung protagonis.
(3)    Alur, rangkain peristiwa, misalnya alur maju dan alur mundur.
(4)    Amanat, pesan yang disampaikan penulis melalui drama.
(5) Perlengkapan,  alat-alat yang dapat mendukung jalannya pentas drama, seperti tata panggung, tata lampu, kostum, dan musik.
(6)    Prolog, penjelasan awal atau pembukaan untuk mengenalkan cerita.
(7)    Dialog, percakapan dalam pentas drama.
(8)    Epilog, penjelasan terakhir dalam pentas drama untuk menyampaikan intisari cerita.

b.   Pelaku dalam pentas drama
(1)    Penulis naskah, orang yang membuat naskah drama.
(2)    Sutradara, orang yang bertanggung jawab dalam pentas drama.
(3)    Pemain, tokoh-tokoh yang memainkan peran dalam pentas drama.
(4)    Narator, orang yang bertugas menggambarkan isi cerita kepada penonton.
(5)    Penata rias, orang yang merias para pemain sesuai perannya.
(6)    Penata kostum, orang yang bertugas merancang kostum sesuai peran atau watak para tokoh drama.
(7)    Penata artistik, orang yang bertugas mengatur dekorasi, tata lampu, suara, dan sebagainya.

Contoh penggalan naskah drama:
……
Pak RT      : Nah, sekarang bagaimana pendapat para Bapak-bapak?  Silakan!
Andre      : Ya, Pak. Sebelumnya saya mohon maaf. Mengapa masalah tersebut kita bicarakan lagi. Bukankah dulu semasa saya menjadi sekretaris RT pernah saya usulkan. Waktu itu warga tidak ada yang setuju! Mungkin saran ini yang membuat saya tidak terpilih lagi menjadi sekretaris (sambil kelakar).
Toto         : O…., jadi Pak Andre ingin jadi sekretaris RT lagi. Mengapa dulu tidak bicara terus terang pada saya. Pasti jabatan itu saya serahkan kepada Pak Andre (dibalas dengan kelakar)
Purwanto : Sudahlah, jangan kelakar terus. Menurut pendapat saya, gaji penjaga keamanan komplek saat ini perlu kita naikkan. Dulu memang belum perlu karena warga kita masih sedikit. Sekarang sudah dua kali lipat.
Hasan       : Setuju, saya setuju dengan pendapat Pak Pur. Tapi, kerja penjaga keamana juga harus lebih baik.
Pak RT         : Bagaimana dengan Bapak-Bapak yang lain?
Warga        : Ya, Pak kami setuju (serentak)
Andre         : Nah, begitu dong. Akhirnya pendapat saya dipakai juga.
Samsul        : Dasar rakus lho Dre (Andre)!

Pak RT         : Sudah… kita tutup acara ini dengan membaca basmalah.

Sumber: Husin, M.M, dan Dra. Eni Rita Zahara.2009.Bahasa Indonesia SMK dan MAK. Jakarta: Erlangga.